Lifestyle

Turis China Ditipu Saat Belanja Tas Hermes Preloved di tempat Thailand, Uang Rp623 Juta Hilang Begitu Saja

Wanderviews.com – Tas epidermis buaya Hermes memang sebenarnya menjadi buruan bagi sejumlah kolektor di tempat seluruh dunia. Sayangnya, tak semua orang mampu mendapatkan koleksi resminya. Karenanya, berbagai dari merekan membeli pada reseller yang digunakan ada pada berbagai negara, termasuk Thailand. 

Sayangnya, baru-baru ini, hal merugikan justru dialami oleh turis China yang melaporkan bahwa dirinya ditipu oleh orang penjual pada Ratchaprasong, Bangkok. Dikutip Khaosod English, wanita bernama Deng yang disebutkan mengaku pada waktu sedang berlibur di tempat Thailand, ia meninjau sebuah iklan tentang tas Hermes yang disebutkan dalam Instagram Story penjual.

Wanita berusia 27 tahun itu pun menghubungi penjualnya secara dengan segera serta mengatur untuk membeli tas Hermes yang disebutkan pada tanggal 1 Oktober 2023 seharga 1,4 jt baht atau Rp623 jt di area toko barang bekas di tempat pusat perbelanjaan terkenal di tempat Ratchaprasong.

Setelah mendapatkan tas Hermes yang tersebut ia incar, istri dari seseorang entrepreneur Tiongkok yang tersebut tinggal di dalam Singapura itu lantas mengirimkan tas yang dimaksud ke Catch Fake Brandname (TCF), sebuah lembaga barang mewah Thailand untuk diautentikasi.

Namun betapa terkejut dirinya pada waktu TCF mengumumkan apabila tas yang dibelinya itu adalah palsu. Deng kemudian menghubungi penjualnya untuk memulihkan tas tersebut. Namun penjual menolak dengan alasan tas yang tersebut sudah ada dibeli yang disebutkan tak dapat lagi dikembalikan.

Sebelum kembali ke Singapura, Deng sama-sama firma hukumnya, TP & Associates mengajukan pengaduan ke Kantor Polisi Lumpini pada 6 Oktober 2023. Dia kemudian memberi wewenang untuk mengajukan laporan lagi ke Kantor Polisi Lumpini pada tanggal 1 November 2023.

Namun yang tersebut bikin kesal, pada waktu perwakilan firma hukum kemudian pergi ke toko bersatu polisi untuk mengeksplorasi pengembalian tas tersebut, penjual malah menawarkan pengembalian tas yang disebutkan seharga 980.000 baht atau Rp427 juta, dikurangi penyusutan sebesar 420.000 baht atau Rp187 juta. 

Pada 10 Januari lalu, Deng akhirnya memanggil banyak media untuk menjelaskan apa yang mana ia alami. Agar kejadian yang mana menimpanya ini tak dialami oleh turis lain.

Deng mengungkapkan melalui Nana, manusia penerjemah, bahwa ia telah lama tinggal di dalam Thailand selama beberapa waktu namun masih kesulitan menemukan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab melindungi hak-hak wisatawan.

Ia bertanya bagaimana wisatawan yang tersebut hanya saja berada pada Thailand pada waktu singkat sanggup mendapatkan keadilan jikalau ditipu oleh toko yang tersebut mengedarkan barang palsu.

“Saya ingin memohonkan para pemimpin negara untuk membantu pada kesulitan ini. Saya khawatir wisatawan yang mengalami hal yang dimaksud sejenis seperti saya mungkin saja takut datang ke Thailand untuk berwisata serta berbelanja,” ucap dia.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button