Nasional

Impor Susu Naik Saat Daftar Produknya Akan Dipermudah Demi Prabowo

Wanderviews.com –

Jakarta – otoritas berencana mempermudah pendaftaran merek susu pada Indonesia, seiring dengan adanya rencana negara lain yang digunakan mau gencar memasok hasil susu. Susu pada saat ini sedang menjadi primadona, pasca presiden terpilih Prabowo Subianto mengusung acara pemberian susu gratis bagi siswa.

Volume impor susu sebagai komoditas pangan pun telah terjadi melonjak sepanjang tahun ini. Pada periode Januari-April 2024 beratnya telah mencapai 102,38 jt kilogram atau naik 6,22% dari periode Januari-April 2023 sebanyak 96,38 jt kilogram. Nilainya sebesar US$ 285,69 jt dari sebelumnya US$ 345,77 juta.

Mayoritas susu yang tersebut diimpor Indonesia berasal dari Selandia Baru seberat 56,71 jt kilogram. Lalu, dari Amerika Serikat seberat 14,55 jt kilogram, Australia 14,85 jt kilogram, Belgia 4,49 jt kilogram, dan juga Jerman 1,39 jt kilogram. Sementara itu, dari negara-negara lainnya secara total sebesar 10,36 jt kilogram pada periode Januari-April 2024.

Pemerintah Inggris menjadi salah satu negara yang digunakan berkeinginan memasok susu ke Indonesia. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Menteri Perdagangan Inggris Greg Hands pada waktu bertemu dengan Menteri Koordinator Lingkup Perekonomian Airlangga Hartarto di area Kantor Departemen Bisnis dan juga Perdagangan pada April lalu.

Dalam konferensi itu, Greg mengharapkan perdagangan hasil susu kemudian turunannya antara Inggris dan juga Indonesia dapat menggeliat di kerangka kerja identik Joint Economic and Trade Commission (JETCO). Menurutnya, perdagangan susu kedua negara masih terkendala oleh sebab itu pendaftaran produk-produk susu di tempat Indonesia membutuhkan waktu lama, selain penerapan Sanitary and Phytosanitary (SPS).

Merespons hal itu, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia berada dalam melakukan deregulasi yang digunakan menekankan mekanisme lebih besar mudah untuk pendaftaran barang susu dan juga turunannya. Upaya ini untuk menggalang naiknya permintaan barang susu lalu turunannya dengan acara pemerintah baru, yakni susu gratis untuk siswa.

“Indonesia berada dalam melakukan deregulasi yang mana menekankan mekanisme lebih besar mudah untuk pendaftaran komoditas susu dan juga turunannya,” diambil dari siaran pers Kemenko Perekonomian, disitir Kamis (16/5/2024).

Kemudahan pendaftaran produk-produk susu demi memperkuat inisiatif Prabowo memang benar nampaknya dibutuhkan, sebab mengutip data BPS pada 2022, produksi susu segar di dalam Indonesia cuma mencapai belaka mencapai 968.980 ton. Angka yang disebutkan semata-mata setara 20% dari permintaan nasional sebesar 4,4 jt ton. Sehingga sisanya atau 80% masih harus dipenuhi dengan impor.

Mempertimbangkan peningkatan populasi penduduk Indonesia, keinginan per kapita item susu akan terus melonjak. Berdasarkan Fakta Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang tersebut dihimpun Statista rata-rata konsumsi susu tiap orang Indonesia paling tinggi terjadi pada 2011 lalu mencapai 4,61 kilogram (kg) per kapita.

OECD memproyeksikan konsumsi susu akan terus melonjak pada satu dekade ke depan, potensinya mampu mencapai 5,01 kg per kapita pada 2031 mendatang.

Sebagai catatan, konsumsi per kapita adalah total suatu komoditas tertentu yang dimaksud digunakan per orang. Angka yang dimaksud didapatkan dengan membagi total konsumsi dengan total populasi.

Artikel Selanjutnya Gibran Ungkap Strategi Bebaskan RI dari Negara Kelas Menengah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button