Ekonomi

Faisal Basri Sebut Sri Mulyani Paling Siap Mundur dari Menteri Keuangan, Prabowo Dibawa-bawa

Wanderviews.com – Ekonom senior Faisal Basri membujuk para pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mundur berjamaah dari Kabinet Indonesia Maju, termasuk terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani dan juga Menteri Pekerjaan Umum juga Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Dugaan keberpihakan Jokowi terhadap Capres Prabowo Subianto juga Cawapres Gibran Rakabuming Raka menjadi alasan Faisal Basri.

“Ayo sama-sama kita bujuk Bu Sri Mulyani, Pak Basuki, juga beberapa menteri lagi untuk mundur,” kata Faisal Faisal pada Political Economic Outlook 2024 dalam Tebet, Ibukota disitir Mulai Pekan (15/1/2024).

Menurut klaim Faisal, Sri Mulyani adalah menteri yang dimaksud paling siap mundur dari posisinya pada waktu ini.

“Saya dengar Bu Sri Mulyani paling siap untuk mundur. Pramono Anung (sekretaris kabinet) sudah ada gagap. Kan PDI (PDI Perjuangan) belain Jokowi terus, pusing,” kata Faisal.

Lanjut Faisal mundurnya Sri Mulyani hanya saja tinggal kesempatan saja.

“Katanya nunggu momentum, mudah-mudahan peluang ini segera insyaallah jadi pemicu yang tersebut dahsyat, seperti Pak Ginandjar (Menteri Koordinator Lingkup Ekonomi, Keuangan, kemudian Industri Ginandjar Kartasasmita) kemudian 13 menteri lainnya mundur di dalam zaman Pak Harto (Presiden Soeharto),” sambungnya.

Faisal menilai jikalau Prabowo-Gibran terpilih maka utang RI bisa saja bengkak menjadi Rp16 ribu triliun. Jumlah yang disebutkan dua kali lipat dari utang RI ketika era Jokowi.

“Kalau kebijakan Jokowi dilanjutkan sejenis Prabowo dan juga Gibran, mampu Rp16 kuadriliun (utang Indonesia), 5 tahun ini sebab enggak kerja keras (tambah pendapatan),” katanya.

Faisal menilai pemerintah seakan ‘meremehkan’ menarik utang baru. Ia menyampaikan negara tidak ada berpikir sebab yang tersebut membayar utang bukanlah mereka para pejabat.

Namun, generasi muda yang harus menanggung kehancuran di tempat Indonesia.

“Karena yang digunakan bayar (utang) bukanlah mereka, utangnya 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, yang tersebut bayar adik-adik kita. Jadi, nyata-nyata yang digunakan dilupakan itu, rezim Jokowi mewariskan beban amat berat buat generasi muda,” tuturnya.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button