Teknologi

Angka Konsumen Google di tempat Eropa Tak akan Disedot Paksa, Indonesia Kapan?

Wanderviews.com – Penggunawan layanan Google pada Eropa akan mengalami pembaharuan signifikan pada kontrol data. Google memperkenalkan kebijakan baru sebagai tanggapan berhadapan dengan Digital Markets Act (DMA) Uni Eropa, yang mana akan mulai berlaku pada tanggal 6 Maret.

Kebijakan ini akan memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan pembagian data di dalam beberapa layanan Google tertentu, seperti YouTube lalu Maps, secara terperinci.

Sebagai hasil dari pembaruan ini, pengguna sekarang dapat memilih layanan Google mana yang digunakan mempunyai akses ke data mereka. Anda dapat memilih untuk berhenti membagikan data Anda dengan beberapa atau semua layanan tertentu.

Dilansir dari Gizmochina, berikut adalah daftar yang mencakup beberapa penawaran Google yang tersebut paling populer: Penelusuran, YouTube, Layanan iklan, Google Play, Chrome, Google Shopping, dan juga Google Maps.

Namun, ada batasan tertentu yang mana masih berlaku. Google sudah pernah mengklarifikasi bahwa pembagian data akan terus berlanjut di keadaan tertentu, seperti menyelesaikan transaksi, mematuhi kewajiban hukum, atau menghindari penipuan.

ilustrasi logo google (Unsplash.com/Brett Jordan)
ilustrasi logo google (Unsplash.com/Brett Jordan)

Meskipun Google telah lama melakukan inovasi ini, mereka masih mengupayakan pengguna untuk menautkan layanan Google merek agar konten serta iklan merek lebih lanjut personal. Memutuskan tautan layanan dapat mengakibatkan hilangnya beberapa fitur.

Jika Anda memutuskan tautan Penelusuran, YouTube, dan juga Chrome, rekomendasi penelusuran juga feed Discover tiada akan disesuaikan dengan Anda. Jika Anda memutuskan penelusuran lalu Maps, reservasi Penelusuran Anda tak akan muncul di area Maps.

Keputusan untuk memutuskan tautan berada di dalam tangan pengguna masing-masing. Meskipun hal ini dapat mengakibatkan hilangnya beberapa fitur, namun hal ini juga menawarkan kontrol yang digunakan lebih tinggi besar melawan penyelenggaraan data Anda pada lingkungan Google.

Jangkauan DMA tambahan dari sekadar berbagi data. DMA membatasi kemampuan Google untuk mengunggulkan layanannya sendiri di hasil pencarian, sehingga menciptakan lapangan bermain yang tersebut tambahan adil bagi para pesaing. Raksasa teknologi lainnya seperti Apple, Meta, serta TikTok menantang penetapannya dalam pengadilan.

Kira-kira, kapan ya Indonesia akan mendapat perlakuan serupa?

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button