Entertainment

Vincent Rompies, Desta, juga Boiyen Terseret Kasus Kekerasan Seksual Hasyim Asy’ari

Jakarta – Selebritas Tanah Air, yakni Vincent Rompies, Deddy Mahendra Desta, lalu Boiyen terlibat terseret pada kasus kekerasan seksual yang diwujudkan bekas Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari terhadap penyintas berinisial CAT.

Vincent Rompies, Desta, serta Boiyen Diminta Buat Swavideo

Dalam sidang Putusan 90-PKE-DKPP/V/2024, Dewan Kehormatan Penyelenggara pemilihan (DKPP) menemukan bahwa Hasyim Asy’ari terbukti memohon partisipasi Vincent Rompies, Deddy Mahendra Desta, serta Boiyen pada pembuatan swavideo untuk CAT. Pernyataan itu tercantum di dalam dokumen Salinan Putusan 90-PKE-DKPP/V/202 tentang pelanggaran dugaan Kode Etik Penyelenggara pemilihan (KEPP).

Dalam poin [4.3.1] menyebutkan, “Bahwa berkenaan dengan taping Tonight Show dengan tema ‘Pemilih Muda Ayo ke TPS’ di Graha Mitra Net TV, pada Selasa 24 Oktober 2023, yang dimaksud dipandu oleh Vincent, Desta, serta Boiyen, dihadiri oleh Teradu serta Pihak Terkait Anggota KPU Betty Epsilon Idroos. Setelah acara yang disebutkan selesai, Vincent, Desta, Teradu, Pihak Terkait Betty Epsilon Idroos, kemudian Boiyen melakukan swavideo untuk menyampaikan greeting terhadap Pengadu merupakan ucapan sukses selalu kemudian semoga lancar perlaksanaan pemilihan umum dalam luar negeri,” demikian disitir melalui putusan DKPP pada Rabu, 3 Juli 2024.

Adapun video yang disebutkan direkam dalam ponsel Hasyim, kemudian dikirimkan ke penderita akibat Hasyim mengetahui individu yang terjebak merupakan penggemar Vincent serta Desta. “Swavideo yang dimaksud diwujudkan menghadapi permintaan lalu juga direkam dengan menggunakan ponsel Teradu. Hal yang disebutkan sesuai dengan keterang Pihak Terkait Anggota KPU Betty Epsilon Idroos lalu Dede Apriadi selaku Pemimpin Redaksi Net TV,” tulis DKPP pada putusannya.

Fakta-fakta Lain di dalam Persidangan

Tak belaka mengirimkan video ucapan dari Vincent, Desta, lalu Boiyen, DKPP juga mengungkap, Hasyim mengirimkan video yang disebutkan bersatu dengan instruksi berisi kata-kata kemudian emoji mesra terhadap ACT. 

Terungkap fakta pada sidang pemeriksaan, Teradu mengirimkan video greeting yang disebutkan terhadap Pengadu melalui Whatsapp kemudian diberikan caption, ‘Special for you diajengku’ (ditambah emoji tangan melipat, emoji mawar merah, emoji tangan memeluk, emoji melontar ciuman dengan hembusan hati, emoji tersenyum penuh),” demikian diambil melalui putusan DKPP, masih pada poin yang digunakan sama.

Kemudian, pada poin [4.3.2.1], DKPP juga mengungkap bahwa terdapat komunikasi intens kemudian perlakukan khusus yang digunakan dikerjakan oleh Hasyim terhadap ACT. Hubungan istimewa tersebut, menurut DKPP, tak lepas dari adanya relasi kuasa antara Hasyim kemudian ACT. 

Putusan yang dimaksud juga didukung oleh pendapat ahli, Anis Hidayah dari Komnas HAM, yang digunakan mengemukakan bahwa hubungan ini berlangsung di konteks relasi kuasa yang bukan seimbang. Hasyim memaksa ACT untuk terlibat pada situasi yang digunakan merugikan dan juga tidak ada setara.

Situasi serta situasi ini tidak ada hanya sekali memaksa Pengadu untuk menuruti permintaan Teradu saja, tetapi juga menyebabkan Pengadu kehilangan kepercayaan diri untuk bisa saja memilih kemudian menentukan kehendak dirinya sendiri secara bebas juga logis,” demikian diambil dari poin [4.3.2.1].

Pendapat sama disampaikan oleh ahli, Dewi Kanti Setianingsih dari Komisi Nasional Perempuan, yang mana menegaskan bahwa pada relasi kuasa yang tersebut timpang, pihak penyintas tidaklah miliki kebebasan untuk menentukan kehendaknya sendiri. “Ketidakmampuan orang yang terluka untuk menolak oleh sebab itu relasi kuasa yang timpang kemudian merentankan korban untuk menerima apapun yang digunakan diminta oleh atasannya,” tulis DKPP, masih di poin yang mana sama.

Hasyim Asy’ari Dicopot dari Jabatan Ketua KPU

Berdasarkan bukti-bukti yang tersebut disampaikan di sidang, DKPP memutuskan Hasyim melanggar etik di persoalan hukum asusila dan juga mencopot jabatannya dari Ketua KPU. “Mengabulkan pengaduan pengadu untuk seluruhnya,” ujar Ketua Majelis DKPP Heddy Lugito pada sidang pembacaan putusan pelanggan etik pada Rabu, 3 Juli 2024.

Dalam putusannya, DKPP menjatuhkan sanksi pemberhentian masih terhadap Hasyim Asy’ari sebagai Ketua KPU. “Menjatuhkan sanksi pemberhentian masih terhadap teradu Hasyim Asy’ari selaku ketua merangkap anggota Komisi Pemilihan Umum terhitung sejak putusan ini dibacakan,” tutur Heddy.

Heddy juga mengajukan permohonan pelaksanaan putusan ini dijalankan oleh Presiden Joko Widodo paling lambat tujuh hari sejak putusan yang disebutkan dibacakan. Dia juga memohonkan Badan Pengawas pemilihan raya (Bawaslu) untuk mengawasi pelaksanaan putusan guna menjamin kepatuhan terhadap ketentuan hukum.

Artikel ini disadur dari Vincent Rompies, Desta, dan Boiyen Terseret Kasus Kekerasan Seksual Hasyim Asy’ari

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button