Kesehatan

Ketahui fakta masalah amoeba pemakan otak bernama Naegleria Fowleri

DKI Jakarta – Naegleria Fowleri adalah organisme bersel satu yang mana biasanya ditemukan dalam tanah kemudian danau air tawar hangat, sungai, kolam, dan juga sumber air panas pada seluruh dunia.

Dilaporkan oleh Medical Daily pada Hari Jumat (5/7), amoeba pemakan otak ini dapat menyebabkan Meningoensefalitis Amoeba Primer (PAM), sebuah infeksi yang sangat fatal ketika masuk melalui hidung. Ia akan menyebar ke otak untuk menghancurkan jaringan yang mana ada.

Meski kasusnya jarang terjadi, infeksi ini dapat ditemukan pada kolam renang, tempat percikan air, dan juga air keran yang dimaksud bukan dirawat dengan baik. Setiap tahun, kurang dari 10 tindakan hukum PAM dilaporkan dalam Amerika Serikat serta hampir semuanya meninggal dikarenakan penyakit tersebut.

 

Dalam dua bulan terakhir, perkara itu sudah ada ditemukan ke India. Seorang anak berusia 5 tahun meninggal akibat infeksi tersebut.

Korban lain bernama Mridul yang mana berusia 14 tahun dari Kerala bagian selatan, juga meninggal pada Kamis (4/7), setelahnya berjuang bertarung dengan PAM yang tersebut diakibatkan oleh Naegleria Fowleri ketika mandi di kolam pada Kozhikode, Kerala.

Sebelumnya, ada lagi dua penderita dari Kerala yang dimaksud meninggal dikarenakan persoalan hukum serupa.

Maka dari itu, kita wajib menyadari adanya tanda-tanda infeksi PAM sebagai bentuk antisipasi.

 

Gejala infeksi:

Simptom infeksi pertama yang tersebut penting diperhatikan adalah biasanya muncul di waktu seminggu pasca amoeba masuk ke di tubuh usai berenang, menyelam, mandi atau bermain dalam air tawar yang digunakan bersifat hangat serta umumnya tergenang.

Penderita akan mengalami banyak keluhan seperti sakit kepala, demam, mual, muntah, kelainan perilaku, kejang hingga inovasi status mental.

Dalam beberapa persoalan hukum penderita juga dapat mengalami leher kaku, kebingungan, kurang perhatian terhadap pendatang lain juga lingkungan sekitar, kehilangan keseimbangan kemudian halusinasi.

Dikarenakan infeksi ini dapat berprogres dengan cepat, penderita juga dapat mengalami koma hingga kematian setelahnya amoeba yang disebutkan masuk ke di tubuh selama lima hari.

 

Cara penularan:

Penularan infeksi ini melalui saluran hidung pada waktu kita sedang berenang ke air yang mana terkontaminasi. Dalam persoalan hukum yang digunakan jarang terjadi, pendatang tertular amoeba dari air keran ketika membilas saluran hidung, dari air rekreasi yang tersebut tidaklah memiliki cukup klorin seperti bantalan percikan, dan juga dari taman selancar.

Namun, amoeba tidaklah dapat masuk ke pada tubuh dengan menelan air. Infeksi juga tiada dapat ditularkan dari satu khalayak ke khalayak lain.

 

Cara meminimalisasi risiko penularan:

Hindari berenang di air tawar yang tersebut bukan diolah, khususnya pada waktu cuaca hangat ketika Naegleria fowleri sedang tumbuh biak.

Bila kita terpaksa masuk ke di air tawar, peganglah hidung atau gunakan penjepit hidung. Usahakan kepala permanen berada dalam menghadapi air pada waktu berada di sumber air panas kemudian hindari menggali pada area dangkal yang mana merupakan tempat berkembangbiaknya amoeba.

Gunakan air keran yang digunakan disuling atau direbus untuk membilas sinus atau membersihkan saluran hidung.

Artikel ini disadur dari Ketahui fakta soal amoeba pemakan otak bernama Naegleria Fowleri

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button