Kesehatan

BPOM ajak warga jaga keseimbangan lewat pangan aman konsumsi

DKI Jakarta – Badan Pangan Penyelesaian dan juga Makanan (BPOM) meminta seluruh lapisan penduduk untuk menjaga kesejahteraan dari beraneka sumber penyakit lewat pangan yang mana aman dikonsumsi juga mendapatkan izin edar dari BPOM.

“Makanan yang digunakan aman yang dimaksud kita telah evaluasi dan juga mendapatkan izin edar dari BPOM bahwa ia tidak ada menggunakan unsur tambahan makanan yang digunakan sifatnya tidak ada aman buat dikonsumsi manusia,” kata Plt. Kepala BPOM Dr. Dra. L. Rizka Andalusia, Apt., M.Pharm., MARS pada keterang resmi ke Jakarta, Minggu.

Rizka menuturkan pada waktu ini Nusantara sedang diintai oleh bermacam macam penyakit yang mana disebabkan oleh pangan yang tersebut mengandung beraneka zat berbahaya. Tren ancaman penyakit di dalam Tanah Air sudah ada mulai bergeser dari penyakit menular menjadi tidaklah menular.

Salah satu penyebabnya adalah beredarnya pangan yang tersebut mengandung bervariasi zat berbahaya dan juga beredar bebas dalam berada dalam masyarakat. Salah satunya adalah zat karsinogenik yang dapat meningkatkan risiko tumor ganas masyarakat.

Temuan BPOM lainnya yakni adanya olahan pangan yang bukan layak dikonsumsi oleh anak-anak. Dalam tindakan hukum terbaru yang dimaksud ditemukan pada Sukabumi, Jawa Barat Mei 2024 lalu, 16 siswa SDN Cidadap I, Kecamatan Sukaraja mengalami keracunan akibat mengonsumsi jajanan dengan syarat China bernama Hot Spicy Latiru kemudian Latiao Strips.

Para siswa mengalami pusing, mual juga muntah. Berdasarkan hasil pemeriksaan dalam Laboratorium Bidang Kesehatan lalu Klinik Aspek Kesehatan Daerah (Labkesda) Daerah Sukabumi, kedua jajanan itu mengandung bakteri mikrobiologi di berhadapan dengan batas aman yakni 11.727 koloni per gram.

“Kandungan yang dimaksud melampaui batas kriteria Peraturan Kepala BPOM Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Syarat Mikrobiologi pada Pangan Olahan yakni 10.000-100.000 koloni per gram,” ujar Rizka.

Kasus mirip juga muncul di dalam Sukabumi ke mana 28 siswa jika Sukabumi mengalami keracunan usai menyantap jajanan bermerek Daya pada bulan Februari lalu. Puluhan siswa dari SDN Nangewer mengalami mual bahkan pingsan.

Pedagang jajanan yang disebutkan pun secara langsung diamankan oleh polisi imbas dari keracunan massal tersebut.

“Ketiga jajanan yang dimaksud yakni Hot Spicy Latiru, Latiao Strips dan juga Daya Latio Rib yang disebutkan merupakan snack yang tersebut berasal dari China. Berdasarkan penelusuran dalam website LPPOM MUI, ketiga jajanan yang dimaksud tiada ada satupun yang tersebut terdaftar dengan sertifikasi halal,” kata Rizka.

Artikel ini disadur dari BPOM ajak masyarakat jaga kesehatan lewat pangan aman konsumsi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button